Madmax Drop Single Baru “Glitte” Bikin Baper Nostalgia Masa Sekolahan

Categories: Music

Share
MADMAX, squad cewe-cewe indie asal Tangsel & Bogor, akhirnya balik lagi nih! Setelah sebelumnya kasih single “Reverse Technology”, mereka kini lanjut membawa gebrakan terbaru lewat single kedua yang berjudul “Glitté” yang telah dirilis di seluruh digital streaming musik sejak 29 Agustus 2025 kemarin. Band yang digawangi oleh Vika (vokal & gitar ritme), Nadya (drum), Vierdha (bas), serta Anin (gitar utama) ini terus konsisten berkarya, di tengah padatnya jadwal mereka yang kerap tampil di berbagai gigs dan festival musik nasional.

Sesuai namanya seperti glitter yang berwarna cerah dan berkilau, MADMAX menyampaikan tentang rasa jatuh cinta bertaut dengan fashion sehari-hari seperti kacamata, rambut urakan, sepatu Converse, chino pant style dan love texting digabungkan dengan physical vibe like butterflies in your belly button alias perasaan baper campur deg-degan karena suka sama seseorang yang telah membuat dunianya berwarna warni dan berpancar bahagia. UGHHH !!!

It’s soft spoken, honest, reflecting innocent love feeling but deeply ignorance about what people say about “their first monkey love”.  

Di sisi musik, MADMAX tunjukin growth mereka dengan mencoba keluar dari zona nyaman untuk ikut serta mengisi track vokal yang kompak berpadu kemudian menggabungkan berbagai chemistry musikalitas masing-masing menjadi genre bedroom-pop dan electronic yang luar biasa solid. Cocok banget buat didengerin pas lagi santai atau mau nge-vibes sendiri.

Walaupun liriknya full in English tapi pesannya nempel banget dikepala. Vocab-nya nggak ribet, jadi easy to sing along, dan yang pasti bikin kita kayak: “IYA! GUE JUGA GITU!”

Yang bikin makin spesial, “Glitté” adalah lagu cinta pertama MADMAX yang ditulis sama sang vokalis, Vika pas masih SMA di 2019. Jadi, feels-nya emang pure personal kayak curhatan di second account

Overall, lagu ini giving positivity, semangat, dan aura yang nularin vibrasi bahagia. Cocok banget buat yang lagi pengen healing sambil nostalgia atau sekadar cari lagu buat nemenin hari-hari biar lebih fineshyt

At least, MADMAX buktiin kalo ternyata mereka adalah female group band yang punya ciri khas sendiri di musik indie nasional di Indonesia. Cheers! (INQ)

John Larry: Ketika Tamoor Bawa Vibes Baru Tampil Lebih Cadas dan Menantang

Categories: Music

Share
Karawang punya band hard rock 70-an yang patut dilirik. Namanya Tamoor, dan mereka sudah bergaung di skena musik sejak 2023. Setelah debut dengan single “Mastermind,” kini mereka kembali menggebrak dengan single kedua mereka, “John Larry,” yang dirilis pada 24 Agustus 2025.

Di single terbarunya ini, Tamoor menguatkan referensi musiknya ke era hard rock 70-an seperti Led Zeppelin, Black Sabbath, dan Deep Purple, tapi tetap dikasih sentuhan kontemporer biar tetap relevan. Mereka juga menambah amunisi baru. Byan Alfar (Gitar/Vokal), Fathan Farid (Bass), dan Ryan Lutfy (Drum), yang jadi trio andalan di single pertama, kini menggandeng Yazid Zidan sebagai lead vocal.

Formasi Baru, Vibe Baru

Menurut Byan, kehadiran Yazid bikin formasi mereka makin solid.

“Dengan adanya Yazid yang mengisi lead vokal, ini menjadi formasi yang paripurna untuk Tamoor. Disusul single ke-2 dan seterusnya kami ingin menjadi percikan api dan semangat yang terus hidup sebagai simbol bahwa musik rock classic tidak pernah mati,” katanya.

"John Larry" sendiri punya sound yang mentah dan bertenaga. Dengan tempo yang cepat, distorsi gitar yang berat, drumming yang padat, dan vokal yang penuh emosi, lagu ini seperti manifesto pribadi yang berani. Liriknya yang gelap, tapi penuh tekad, mengeksplorasi tema-tema paradoks antara logika dan moralitas. Lagu ini adalah semacam pemberontakan terhadap norma, dan seolah ingin bilang:

"Surga bisa diciptakan, meski harus pakai logika setan."

Jujur dan Raw

Ryan menambahkan, dengan format terbaru ini, mereka ingin musik Tamoor terdengar lebih jujur dan mentah, tapi tetap relatable.

“Ga cuma soal keren-kerenan atau catchy doang, tapi ada perasaan yang bisa nyampe ke pendengar. Musiknya juga jadi medium buat cerita entah itu keresahan, harapan, atau hal-hal kecil yang sering kita simpan sendiri,” ujarnya.

Secara keseluruhan, "John Larry" adalah single yang cadas sekaligus nuanced dengan vibrasi yang bagus, band yang patut diwaspadai. Lagunya sudah rilis dan wajib didengerin di berbagai platform musik favoritmu! (INQ)

Zevakx Mengguncang Skena Hip-Hop dengan Album Debut "Slengean"

Categories: Music

Share
Rapper independen asal Karawang, Jawa Barat, Zevakx, siap menggebrak kancah hip-hop lokal
juga nasional dengan album debutnya, "Slengean". Dirilis secara independen, album ini menjadi penanda awal perjalanan Zevakx untuk memperkenalkan ciri khas musik rap-nya kepada pendengar yang lebih luas. Dengan energi yang lugas dan lirik yang jujur, "Slengean" adalah pernyataan berani yang membuktikan bahwa Karawang juga punya tempat di panggung rap Indonesia.

Album "Slengean" berisi 13 lagu yang seluruhnya ditulis oleh Zevakx sendiri. Setiap lagu bukan hanya sekadar trek, melainkan potongan kisah nyata yang dikemas dalam beat rap yang agresif namun penuh emosi. Dari awal hingga akhir, album ini dirancang sebagai perjalanan musik yang intens, menampilkan sisi keras kehidupan jalanan hingga sudut paling personal dalam diri Zevakx.

Album ini lahir dari denyut nadi kehidupan anak muda di Karawang, tempat Zevakx merangkum beragam pengalamannya. Kehidupan jalanan menjadi latar belakang utama, tetapi ia tidak berhenti di sana. Zevakx memadukan kisah-kisah keras tersebut dengan pergulatan batin yang lebih dalam, seperti cerita tentang patah hati, kecemasan, dan pertanyaan-pertanyaan yang sering menghantui anak muda. Perpaduan ini membuat "Slengean" terasa relevan, keras di permukaan, tetapi menyimpan kedalaman yang jarang ditemukan dalam rilis rap independen.

Proses kreatif album ini dimulai pada Februari 2025 dan rampung pada Juni 2025. Seluruhnya dikerjakan secara mandiri di studio rumahan yang ia beri nama Yeaingstudio. Di sinilah setiap beat dan lirik disusun tanpa campur tangan label atau produser besar. Keterbatasan justru menjadi ruang eksplorasi, memungkinkan Zevakx bebas bereksperimen dengan flow dan aransemennya, memastikan setiap lagu punya identitas yang kuat sesuai visi awalnya.

Dari total 13 lagu, Zevakx memilih "Jangan Tanya (feat. Obyrins)" sebagai single andalan yang merefleksikan sikap tegasnya dalam menghadapi pandangan orang lain. Sementara itu, lagu "Jaga Diri (feat. Whereisryo)" menjadi trek paling personal, terinspirasi dari pengalaman pribadinya saat menghadapi masa-masa sulit. Kedua lagu ini menunjukkan keseimbangan tema yang diusung "Slengean": sisi keras kehidupan jalanan dan sisi emosional seorang anak muda.

Dalam meracik "Slengean", Zevakx banyak terinspirasi oleh musisi rap internasional seperti Playboi Carti, Yeat, YoungBoy Never Broke Again, dan Nosgov. Dari mereka, ia menyerap energi dan cara membangun karakter suara yang khas, lalu mengolahnya dengan perspektif pribadi. Hasilnya adalah album yang tidak sekadar meniru, melainkan menciptakan identitas baru yang berakar dari pengalaman hidupnya sendiri. Melalui "Slengean", Zevakx ingin membuktikan bahwa rap bisa menjadi medium untuk menyuarakan realitas jalanan sekaligus pergulatan batin yang lebih dalam.

Album "Slengean" akan resmi dirilis pada 22 Agustus 2025 dan tersedia di seluruh platform streaming digital, mulai dari Spotify, Apple Music, hingga YouTube. Dengan perilisan ini, Zevakx berharap musiknya bisa menjangkau pendengar yang lebih luas dan membuka mata publik bahwa skena rap independen Karawang layak mendapatkan perhatian yang sama besarnya dengan kota-kota lain di Indonesia. (INQ)