Malang tak lagi sekadar dingin, ia kini memanas dan menggelegar, menyimpan amarah terkompresi rapi dalam riff, blast beat, dan teriakan yang menyayat. WARFOR, pasukan metalcore kota ini, kembali merangsek ke garis depan dengan senjata terbaru mereka: “BAJINGAN PARUH WAKTU”. Sebuah serangan berturut-turut setelah “ANGKARA MURKA” dan “ASSASSIN’NATION”, sekaligus tembakan peringatan keras menuju album perdana di 2026.
Single-nya berjudul “Bajingan Paruh Waktu” sebuah frase yang jenaka, kasar, dan tragis-sekaligus. Bukan hanya sekadar umpatan, tetapi sebuah diagnosa sosial yang presisi. Sasarannya jelas para pemegang kuasa yang hipokrit, yang bersembunyi di balik slogan rakyat kecil sementara tangan mereka kotor mengambil rezeki orang lain. WARFOR memasak metafora yang rumit. Mereka memilih bahasa yang blak-blakan, langsung ke urat nadi kemunafikan, lalu membungkusnya dalam musik yang sama beringasnya.
Kolaborasi dengan Jemba (Limbo Hardcore) adalah sebuah masterpiece. Sentuhan vokal hardcore-nya kasar namun berenergi penuh, tampak sebuah keberanian “straight to your face” yang menyempurnakan teriakan metalcore ala WARFOR. Hasilnya? Bhap!! Sebuah kolaborasi yang brutal dan menyayat hati. Drum yang cepat seperti detak jantung yang sedang berpacu melawan maut, riff ala chainsaw machine, diselingi momen-momen clean vocal yang justru terdengar lebih menantang. Ini bukan cuma lagu, ini sebuah unjuk rasa marah yang terdengar begitu jelas.
Hebatnya, seluruh kemarahan terstruktur ini lahir dari konsep DIY (Do It Yourself). Direkam dan diproduksi mandiri di studio rumah Indra Widjaya (bassist), “Bajingan Paruh Waktu” adalah bukti bahwa energi kreatif dan teknikal musisi ekstrem Indonesia telah level up.
Dan perhatikan juga strategi visualnya. Video lirik yang digarap oleh Kevin Euaggelion (Utkarsa)— perpanjangan dari pesan lagu dalam membangun atmosfer yang gelap dan penuh tekanan guna memastikan pesan “bajingan” yang bisa dirasakan.
“Bajingan Paruh Waktu” mencari kepala para penipu untuk dijadikan sasaran tembak kemarahannya. Lagu ini ciptakan gaung metalcore yang masih punya taring dan nyali dimana sebuah kritik sosial yang dibungkus dalam dominasi distorsi yang tak kenal kompromi. Mereka menyediakan medium penyuaraan yang keras bagi yang merasa tak bersuara, dan sekaligus menyajikan serapan musik baru yang segar (dan marah) bagi kancah metalcore Indonesia.
“Bajingan Paruh Waktu” adalah single ketiga WARFOR yang dikonfirmasi rentetan perjalanan menuju album 2026 dan propaganda terbaik mereka sejauh ini.
SALAM MURKA! Dengarkan dan bersiaplah menyambut “BAJINGAN PARUH WAKTU” beserta video musik berliriknya yang telah dirilis di kanal YouTube mereka. (INQ)