Unit eksperimental metal berbasis di Indonesia, AVORAGOM, resmi meluncurkan album perdana mereka, “BONDED” ke seluruh digital platform. Dengan perpaduan atmosfer gelap, distorsi berat, dan odd-time signatures, Avoragom menjelma sebagai entitas baru yang mengancam di kancah musik keras global.
Enam lagu sangar di dalam album “Bonded” menjadi ritual kegelapan yang sarat emosi hitam, menegaskan karakter khas yang dibawa Avoragom sejak awal kelahiran mereka.
Trio lintas negara ini diisi oleh musisi-musisi jenius: Nardo Faltoyano (Indonesia) sebagai sound designer dan gitaris utama dengan julukan "note mutilation"; Natalie Blomholm (UK/Scotland) yang merangkap vokal dan bass memadukan vokal feminin doom khas Sharon del Adel (Within Temptation) dan Cristina Scabbia (Lacuna Coil) dengan jeritan agresif yang menghantui; serta Noah Hamilton (Selandia Baru) di balik drum yang membawa "detak jantung" baru melalui ritme poliritmik yang kompleks.
Lagu-lagu andalan seperti "Siren" dan "Eocene of Queen" menampilkan eksplorasi suara yang luas dari nuansa ambientyang dingin hingga breakdown yang menghancurkan. Visual album dengan gaya etching klasik kian memperkuat sisi teatrikal yang mereka usung. Dari sisi lirik, Avoragom tak hanya menggunakan bahasa Inggris, tetapi juga menyelipkan bahasa Yunani, Latin, hingga Aztek semakin memperkuat dimensi universal dalam syair-syair mereka.
"Kami tidak hanya membuat musik, tetapi juga menciptakan cakrawala baru. BONDED adalah ikatan antara emosi gelap manusia dan suara," ujar Nardo.
“Sanguis bibimus, corpus edimus!
Regina Noctis, in aeternum!
Deus mortuus est!
Gloria in Excelsis Tenebris!”
—Eocene of Queen
Dengarkan seluruh track garang album “Bonded” dari Avoragom yang kini telah tersedia di Spotify, Apple Music, dan seluruh layanan streaming digital. Bravo! (INQ)