REIWA kembali menegaskan sikapnya lewat single terbaru bertajuk “Perfidious.” Sebuah judul yang diambil dari istilah dalam kamus Oxford yang berarti “pengkhianat”. Ditangan Reiwa, kata ini menjelma menjadi simbol kemarahan kolektif atas kepercayaan yang dirusak oleh mereka yang memegang kendali kuasa.
Lewat “Perfidious”, Reiwa memotret sosok pemegang mandat yang justru mencederai amanahnya. Lagu ini menjadi refleksi atas figur-figur yang secara sistematis melakukan kelalaian berulang yang pada akhirnya pengkhianatan terasa seperti rutinitas yang dinormalisasi. Dalam fenomena sosial yang sarat kompromi, Reiwa memilih untuk tidak diam.
Secara atmosfer, “Perfidious” dibangun dengan nuansa geram sekaligus muram. Emosi yang mengendap terasa seperti bara yang siap menyala lewat pesan yang cukup jelas mereka utarakan, bahwasanya kekuasaan tanpa integritas adalah ancaman.
Menariknya, di balik kemarahan yang lugas, lagu ini tetap menyisakan ruang harapan.
“Kami percaya bahwa perlawanan yang tumbuh dari solidaritas adalah fondasi yang mampu meruntuhkan kekuasaan para pengkhianat,” tegas Reiwa.
Mereka percaya bahwa langkah kebersamaan merupakan fondasi perlawanan. Ketika kesadaran kolektif itu tumbuh, kuasa yang dibangun di atas pengkhianatan pada akhirnya akan runtuh oleh suaranya sendiri.
“Perfidious” juga menjadi pengingat moral, bahwa generasi mendatang layak mewarisi dunia yang lebih jujur dan adil. Karya mereka layak menjadi medium untuk menjaga kewarasan publik.
Melalui rilisan ini, Reiwa mengajak pendengar untuk menjaga bara harapan dan berani mengambil sikap. Single yang menjadi representasi bagi suara-suara yang kerap disisihkan, sekaligus penegasan bahwa perlawanan tak pernah benar-benar kehilangan ruang untuk tumbuh. Kini lagunya sudah bisa didengar diseluruh digital platform musik kesayangan kalian. Bravo!! (INQ)