Menyusuri 'Street Lights'  single ter-glommy milik Steps Behind

Categories: Music

Share
Steps Behind salah satu unit pop punk toptier dari Karawang. Setelah sukses dengan single "Feel Something", kali ini Bvckle Smiggle akan membedah single terbaru dari mereka, yang kabarnya "Street Lights" menjadi amunisi andalan dalam album terakhir yang telah dirilis pada pertengahan 2024.

Kuintet yang digerakkan formasi vokalis Alessandro, Gitaris dan vokal Fakhri Nurlutfi, Gitaris Afrizal, Bassis Bagja, dan Dramer Kandia mereka merealisasikan keberanian Steps Behind untuk keluar dari zona nyaman mereka menjadi eksplorasi artistik.

Dengan nuansa emo yang kental juga atmosfer gloomy, lagu ini terasa seperti menyusuri sisi gelap yang selama ini tersembunyi dalam diskografi Steps Behind. Jauh dari karakteristik mereka yang biasanya energik, "Street Lights" hadir lebih menumpahkan kegundahan bak sebuah perjalanan malam yang sunyi, ditemani kilauan lampu jalan dan hampa yang mendalam.

“Street Lights punya arti tentang hati yang sulit untuk melepaskan. Sedihnya ditinggalkan dan ruang hampa dalam hati yang tidak kunjung terisi” ungkap Ale.

Lagu ini menggambarkan bagaimana rasanya ketika hanya satu pihak yang berjuang mempertahankan cinta, sementara yang lain sudah melepaskan diri. "Merasa ditinggalkan, unhappy, dan kosong" adalah emosi tersendiri yang ingin disampaikan lewat setiap bait dan melodi.

Steps Behind mengakui bahwa "Street Lights" adalah upaya mereka untuk mendekatkan diri kepada pendengar dengan cara yang lebih personal. Mereka ingin kita merasakan rasa sakit yang mereka visualisasikan dalam lagu ini. Tidak hanya lewat lirik, tetapi juga melalui aransemen musiknya.

Lirik lagu ciptaan Alessandro bersama Fakhri Nurlutfi sebagai produser sekaligus komposer pada proses kreatif lagu ini. Dengan unsur musik yang mungkin dinilai “bukan Steps Behind banget” mereka berhasil menciptakan aransemen yang sangat refined.

Bagi kamu yang ingin menyelami kegalauan versi Steps Behind, "Street Lights" adalah undangan untuk merasakan kesepian yang indah—sebuah pelukan melankolis di bawah lampu jalan yang temaram. Siap menemani perjalanan bersama cuaca redup di awal Desember ini. (INQ)

Almamosca dan Rilisan Barunya  “Menghitung Langkah Nihil”

Categories: Music

Share
“Angkat kepalamu yang tinggi lantangkan kebebasan pada dunia yang sinting, tetap menghitung langkah nihil rapatkan barikade perlawanan hulu hilir.” 

Penggalan di atas adalah sarilagu dari pesan yang disampaikan oleh Rapper asal Karawang, Almamosca dalam lagu terbarunya berjudul “Menghitung Langkah Nihil”.

Almamosca atau sering disapa Oca ini menjadi salah satu rapper puan yang aktif merilis lagu yang bernuansa aktivisme. Seperti halnya di lagu-lagu sebelumnya, lagu “Menghitung Langkah Nihil” ini Almamosca seolah memberikan sebuah realitas tentang gambaran perjalanan sebuah pergerakan yang dianggap sebuah ketidakmungkinan atau nihil tapi tetap harus bertahan untuk terus berjuang menuntut keadilan. Bahkan hal itu bisa terlihat dari MV nya dengan mengangkat tragedi Kanjuruhan yang hingga saat ini para keluarga korban belum mendapatkan keadilan.

Dalam garapan lagu terbarunya, Oca dibantu oleh dentuman pattern ala Dirayha mengajak kepala kembali mengangguk untuk menikmati musik sambil mengulas lirik cadas Almamosca.

“Bakar nyala jiwa bak bara di gedung jaksa” sebagai penggalan bar awal pengingat peristiwa kebakaran gedung kejaksaan yang motifnya masih janggal. Di sisi lain, Almamosca mengajak untuk membangun semangat kemandirian. Disusul beberapa penggalan lain seperti “Dilengkapi manisnya janji capres tiap pemilu”, hingga “Derita bukanlah akhir yang harus ditolong, semua sistematik dijalankan sesuai poros”, Almamosca menggambarkan kemuakan terhadap bobroknya demokrasi dan kemiskinan struktural. Pada bar akhir, ia menegaskan prinsip-prinsip egaliter dan kebanggaannya pada orang-orang yang mempunyai kebebasan atas dirinya sendiri. Meski sarat makna, Almamosca tetap berhasil mengemas lagu ini dengan tekniknya yang khas.

Congratulation! untuk single terbaru dari Almamosca yang baru saja rilis dan sudah bisa didengar diseluruh platform officialnya. Semoga terus membawa semangat baru untuk menyalakan kembali api-api komunal yang mulai redup. Rencananya, Almamosca akan memulai merangkai album keduanya.

Lepaskan Manifesto Optimisme Pada Debut EP WUSS

Categories: Music

Share
Setelah merilis lead single “Lunar” beberapa waktu lalu, akhirnya band indie rock asal Malang, WUSS resmi merilis EP perdana mereka yang berjudul “We Undercover Super Softy”. EP ini adalah manifestasi langkah besar pertama bagi Sabiella Maris (gitar, vokal), Brilyan Prathama (gitar, vokal), Rara Harumi (bass, vokal), dan Rufa Hidayat (drum) dalam memperkenalkan karakteristik epik ditiap lagu dan merangkul pendengar untuk terjun ke dalam vibrasi indie rock energik namun harmonis.

Tema dan narasi EP 

“We Undercover Super Softy” menghadirkan lima lagu yang masing-masing menggambarkan pengalaman hidup sehari-hari, tentang cinta, kesedihan, hingga perasaan yang tidak menentu. Isyaratkan pesan-pesan optimis dan inspiratif agar pendengarnya selalu bangkit dalam melanjutkan hidup disetiap tantangan kehidupan yang silih berganti.

"Dalam lirik-lirik kami, selalu ada secercah harapan di akhir seperti pengingat bahwa kita semua bisa kembali bangkit dan menjalani hidup dengan lebih baik." kuak Sabiella.

Kolaborasi dengan Dandy “Much”

Hal menarik pada EP ini ada pada lagu “Cast Shadow Over“, menampilkan spesial kolaborasi bersama Dandy Gilang (Much, Write The Future, Linger). 

Lagu ini memadukan karakter vokalis Dandy dengan melodi dan harmonisasi dari WUSS, bersama mereka menciptakan suatu legacy yang catchy serta diharapkan melekat di hati dan telinga para pendengarnya.

Ulasan Track List “We Undercover Super Softy” Dan Proses Kreatifnya

Ada lima komposisi lagu yang dituangkan pada “We Undercover Super Softy” yang merupakan paduan overdrive manis dengan dinamika indie rock fuzzy dengan timbre suara khas sang vokalis yang saling melengkapi. Melodi gitar cenderung repetitif namun harmonis ditiap lapisan nada yang berhasil membangun atmosfer melankolis sekaligus uplifting sesuai dengan lirik-liriknya inspiratifnya. Dengan tempo drum yang mampu mengundang audiens untuk sing along hingga melakukan stage diving.

Untuk track list sendiri— “Lunar” merupakan yang pertama dilepas, “Cast Shadow Over feat Dandy Gilang”, “Heavy Heart”, “Smitten with (someone), yang terakhir adalah “Firm” yang sangat pas sebagai hidangan penutup. 

Proses kreatif pada EP ini berlangsung di Griffin Recording Studio, dengan Satrio “Ayok” Utomo (SFHC) bertindak sebagai sound engineer serta menangani mixing juga mastering. Untuk lirik lagu diracik sendiri oleh Sabiela Maris. Kemudian song composed dilakukan Brilyan Prathama bersama Sabiella Maris.

“Kami berkolaborasi erat dengan Mas Ayok  untuk memastikan setiap elemen suara yang kami inginkan terdengar jelas dan kuat,” tambah Brilyan meyakinkan.

Sedangkan cover untuk EP—Sabiella menjelaskan, bahwa artworknya bekerja sama dengan seniman Farhan Endy dari Conbini ini menampilkan gambar kucing sebagai simbol utama. 

"Kucing sering kali dikaitkan dengan keberuntungan dan filosofi kehidupan. Kami ingin membawa unsur itu ke dalam EP ini, semoga kita juga jadi lebih beruntung!" ungkapnya semangat.

Lekas dengarkan EP “We Undercover Super Softy” milik Wuss di semua DSP. Yang telah dirilis sejak 15 November 2024 lalu oleh Haum Entertainment. Super damn lit! (INQ)

List Contact Wuss

Tel/WA: 081216732645 - Brilyan
Email: wusssssofficial@gmail.com
Instagram : @everybodywuss
Press (Haum Entertainment) : +62 857-3098-2981 / @haumentertainment