Skill is dead, Let's Rock!!! — Begitulah jargon yang mengaum dari grup band circus punk rock asal Bandung, Teenage Death Star (TDS) yang sejak 2028 berkiprah cukup lama di kancah musik Indonesia.
TDS dibentuk oleh sekelompok anak-anak muda nyeleneh dan jenius yang terdiri dari Sir Dandy (Vocal), Alvin (Guitar), Helvi (Guitar), Satria NB (Bass), dan Firman (Drum). Lima punggawa ini menyatukan hasrat bermusik mereka di bawah bendera Macan Purba sebagai Ikon dari TDS yang liar dan buas.
Dengan jargon Skill Is Dead, Teenage Death Star menawarkan pertunjukan visual ganas daripada kemampuan musik yang hebat layaknya The Beatles, Dream Theater ataupun Led Zeppelin.
Sebuah Masterpiece Dengan Konsep Brilian
Album yang bertajuk “Thunder Boarding School” menyuguhkan sesuatu yang unik, dimana TDS dengan jeniusnya mengajak 12 musisi tanah air dengan 12 gaya bebas masing-masing.
Kepada tim BVCKLE SMIGGLE Sir Dandy menceritakan tentang proses kreatif saat menggarap album ini.
"TDS cuman buat musiknya aja lalu ada 12 vokalis, mereka mengisi lirik & vokal di album ini," ungkap vokalis liar tersebut.
Sepanjang Januari, album ini diawali dengan single "Drakilla" dan ditutup pada penghujung bulan dengan single "Wish I Was the One Who' s Driving You Home" menjadikan 12 track album “Thunder Boarding School” resmi beredar dan rilis dibawah naungan Sun Eater & FFWD Records. Bagi Teenage Death Star, band anti-skill yang dikenal dengan konsistensinya dalam tidak merilis apapun selain album pertama "Longway to Nowhere" pada 2008 silam.
Tentu saja ini merupakan rilisan pertama setelah enam belas tahun, pasti punya gebrakan unik tersendiri dengan mengajak 12 musisi dengan latar belakang dan keahlian yang berbeda.
"Konsep ini nampaknya belum pernah ada yang melakukan sebelumnya, lagi pula ini adalah cara untuk menutupi rasa malas kita, (dalam merilis materi baru) effortless tapi hasilnya maksimal." Ujar gitaris Alvin Yunata.
Thunder Boarding School, Punya 12 Murid Dan Dengan 12 Keahlian Berbeda
1. Drakilla (Bergentayangan Di Malam Hari)
Track pembuka Teenage Death Star "Drakilla" membawa suasana baru dengan sentuhan musikalitas yang lebih modern namun tetap mempertahankan identitas & esensi punk rock yang menjadi ciri khas Teenage Death Star. Single ini tercipta dari hasil kolaborasi Teenage Death Star dan Hary Foundation Goodnight Electric.
2. Pesantren Kilat
Di track nomor dua ini TDS mengajak duo punk new wave asal Purbalingga, Sukatani. Ovi aka Twister Angel memanifestasikan kontribusi dengan vocal gaharnya.
3. Good For Your Mental Health
Acin The Panturas turut andil bersuara di track ini, frontman band Surf Rock Jatinangor pride ini memberi warna baru pada lagu ini. Asik yeee.
4. Johnny Anak Sekolahan
Terpandang sebagai vokalis band hardcore punk comedy Tabrak Lari, Luthfi Tank Grunge ternyata ikut meramaikan hajatan TDS ini. Emang kalo hajatan besar harus begini sih ya.
5. Cinta Ini Tak Kan Membunuhku
Bila dengan D'Masiv menyanyikan lagu "Cinta Ini Membunuhku", Rian Ekky Pradipta menyanyikan 180° hits D'Masiv itu dengan gaya yang nakal. Semua orang pasti akan kaget, biasanya doi nyanyi melow, di sini si Rian lebih rawk. Goks sih!
6. Pemuda Petir
Ada Dila Lips! yang siap membuat onar di track nomor 6 ini, suara lady punk rock satu ini menyatu banget dengan corak musik TDS ya guys.
7. Kemana Benda Itu Pergi? (Pls Bantu Cariin)
Rapper sekaligus Youtuber asal Jakarta, Davidbeatt turut mengoceh di lagu ini. Wujud punk bisa bergaya bebas.
8. Ride The Lightning Boarding School
Dikenal sebagai Bassist Polka Wars, Xandega turut serta bernyanyi di track ini. Xandega juga produktif dengan projek solo nya dance/electronic, keren sih TDS gaet musisi ini.
9. 30
Selain Davidbeatt, TDS juga mengajak rapper Nartok sebagai pengisi lagu urutan ke sembilan ini. Sepertinya rappercapek nyanyi lagu hip-hop ya, akhirnya menginvasi punk rock ala TDS.
10. Cuci Steam Lambung
Refo dan Fauna yang dikenal sebagai musisi pop dengan lirik nyentriknya, kali ini Refo Alpha Ramadhan atau sering dipanggil Refo bergabung dalam hajat besar TDS buat ngisi track ini, bahkan ada suara merdu saxophone juga. Kira-kira Refo habis ngevokalin ini masih nonton Spongebob gak?
11. Persetan, ini Semua Tak Berguna
Muhammad Fadel Afredo Ginting atau biasa dikenal dengan Romantic Echoes dan juga vokalis Pijar, ikut berorasi di track nomor 11 ini. Punk is never dead baby!
12. Wish I Was the One Who' s Driving You Home
Pamungkas, sesuai dengan namanya dia juga mengisi di track pamungkas di album ini guys, biasanya Pamungkas menyanyikan lagu-lagunya dengan gaya storytelling berbahasa Inggris andalannya, tapi di track ini Pamungkas berhasil menjadi ganas menyatukan soul-nya dengan esensi punk rock khas TDS.
Melihat ragam genre dan konsep yang ditawarkan kepada para kolaborator, mungkin wajar untuk mempertanyakan seberapa jauh kebebasan berkreasi yang diberikan TDS kepada seluruh musisi yang terlibat.
"Prosesnya bebas banget, gak ada aturan kalau sama kami," ujar Alvin.
"Kami percaya keadilan bermusik bagi seluruh musisi di Indonesia, jadi bebaskan saja," sahut drummer Firman Zaenudin ikut menambahkan.
"Thunder Boarding School", dua belas kolaboratif single karya Teenage Death Star bersama dua belas musisi lintas genre sudah bisa didengarkan di seluruh platform digital mulai 31 Januari 2025. Kira-kira kalian suka yang mana? Bingung ya? Satu lagu yang dinyanyikan oleh dua belas musisi dengan freestyle masing-masing emang unik sih. Congratulation untuk Teenage Death Star atas rilis album barunya setelah 17 tahun. Cheers!!! (INQ)