Band asal Jogjakarta, Sandstorm Of Youth (SOY) akhirnya merilis album Studio debut mereka pada tanggal 12 April 2025 (secara fisik) & 25 April 2025 di seluruh digital platform, sebelumnya 7 materi track yang ada di album "Flying Colors" juga sempat dirilis secara live dengan tajuk "Ready, Set, Flight!" Pada 25 Desember tahun lalu.
Band yang beranggotakan Aamaga (gitar, vokal), Agripa (vokal), Sukmo (vokal), Yoga (gitar), Reynaldo Daniel (bas), Bima (Synth, piano) & Dary (drum) ini menyajikan konsep musik SOY dengan cara yang unik. "Sebetulnya konsep musik ini tetep reggae sih. Tapi gak cuma reggae tapi apa ya.....tradisional? gak reggae yang mentok gitu. inspired nya dari reggae aussie sih, yang beat nya reggae tapi ada campuran psikedelik, pop, bahkan rock juga mungkin ya? misalkan soul/rnb kami dengerin, Jacob Collier & Alicia Keys gitu jadi mungkin terpengaruh dari sana sedikit kali ya. terus memang arranger dulunya kental di blues sih dan sebutan RnB alias reggae and blues itu awalnya asbun ku aja wkakkaka kaya "kita bukan "rhythm and blues" tapi "reggae and blues" ini mah karna mainin reggae tapi ada blues nya dikit. tapi anak-anak malah ketawa terus kaya "ya juga ya" jadi ya udahlah sekalian aja." ucap Agripa sang vokalis.
Album Flying Colors: 13 Track Tentang Pengalaman SOY di Masa Lalu
Album ini menyuguhkan 13 lagu seperti "Utopian Rite", "Surreal Journey to Unveil", "Sabbe Satta Bhavantu Sukitatta", "Crystal Vision", "Lost in the Labyrinth", "Down Under Sky", "Liquid Fire", "Walzy Scuffle", "Mind's Prison", "Gravity's Pull", "Monoculture" dan diakhiri dengan lagu pamungkas "Flying Colors." Kegelisahan, kesalahan bahkan kecerobohan di masa lalu menjadi salah satu bahan bakar utama untuk album ini. Penyesalan datang bertubi-tubi tentang bagaimana mereka mengeksplorasi masa muda serta semangat ambisi mereka dengan alasan mencari jati diri. Bahkan album "Flying Colors" menjadi monumen untuk mewarnai hari ini, atau besok agar menjadi lebih baik, juga sebagai pengingat agar tidak jatuh ke dalam kesalahan yang sama.
Membawa Pendengar Kembali ke Era Flower Generation
SOY sungguh menyajikan album yang menarik, dengan reggae sebagai musik dasar, serta menyuguhkan soul, blues, & psychedelic rock sehingga membuat para pendengar serasa kembali ke era Flower Generation dimana festival Woodstock 69' diadakan. Album ini digarap di Catpaws Lab, serta melibatkan orang-orang dibalik layar seperti Muhammad Ramadhan Tegar Aji sebagai artwork designer, Luqman M sebagai layout director, Alfian Widi sebagai DoP, serta Inamul Hasan, Kemal Fadillah, dan Hasan Eko sebagai tim produksi. Tak lupa juga sesion player Haryo Gumilang pada trombone & para kolaborator Daniel Ryan (saxophone di lagu "Walzy Scuffle"), Paulus Neo (Keys di lagu "Liquid Fire") & Yohanes Saptanugraha (gitar pada lagu "Monoculture")
Gimana guys Yoman Gak Iki?! walaupun terdengar RnB tapi tetep Yoman kan? (RCAF)