Sejak tahun 2007 sebuah entitas bernama Auticed terbentuk di Bandung dari bara api dibalut distorsi, mengawali karya mereka melalui jalur underground yang tajam yaitu death metal. Setelah bertahun-tahun tertidur, mereka akhirnya bangkit. Tentu bukan sekadar terbangun dari tidur yang panjang, Auticed memberi sebuah ultimatum garang, dimana Auticed tidak hanya sedang merayakan sebuah perayaan rilisan. “Ritus”, merupakan single baru yang memberi pernyataan keras bahwa—Auticed tidak pernah mati.
Menurut informasi dari rilisan mereka, “Ritus” tak menyisakan lagi satu pun founding member pada formasi; semacam fase keempat dari perjalanan Auticed. Adhi Prayoga pada vokal, Insan Kamil pada gitar serta Aden Indra pada drum menjadi personil yang tersisa dari formasi rilisan terakhir mereka. Pada posisi bass, Auticed kini dilengkapi oleh bergabungnya member anyar yakni Alwin. Turut hadir sebagai tamu pada lagu ini adalah Dirk, gitaris dari band Hellcrustdan Sentient. Bersama-sama, nama-nama tersebut menulis dan mengomposisi “Ritus" sebagai lanjutan langkah Auticed yang telah vakum sejak 2019 dikarenakan kesibukan personil masing-masing, setelah tiga tahun sebelumnya merilis album kedua mereka berjudul Arise, tepatnya pada tahun 2016.
Memahat Lima Bagian Dalam Satu Kutukan
“Ritus” adalah kolosal death metal yang terbagi ke dalam lima part, dengan total durasi lagu sekitar lima menit. Lagu ini bercerita tentang sosok Elizabeth Bathory, bukan sekadar sang pembunuh legendaris seperti yang mereka singgung di album Arise (2016), tapi kini sebagai penyihir yang dihukum mati karena dianggap melampaui batas norma. Ia tidak minta maaf. Tak juga meratap. Ia menari dalam kobaran api, dan mengutuk rakyat yang menyiksanya.
Dalam sekarat, Bathory melontarkan mantra terakhirnya dalam bahasa Nordik,
“Ævinlig böl yfir yðr öllum, ó bölvaðar sálir! Blóð yðvar renni sem myrk á, ok bein yðvar brotni undir þunga synda yðvarra!”
“Kutukan abadi atas kalian semua, wahai jiwa-jiwa terkutuk! Biarlah darah kalian mengalir seperti sungai kegelapan, dan tulang-tulang kalian hancur di bawah beban dosa-dosa kalian!”
Penggalan mantra kematian untuk semua yang menyaksikan kobaran apinya. Lebih dari sebuah penggalan lirik, ini merupakan worldbuilding dalam bentuk musik ekstrem. Sebuah narasi seru yang menjanjikan akan sebuah kelanjutan ceritanya. Apakah ini awal dari sebuah universe baru dalam rancangan kedepan Auticed?
Death Metal Dengan Horn Section? Yes, You Will Heard It Right.
“Ritus” bukan hanya menang di storytelling. Musiknya sendiri menampilkan evolusi sonik yang mengejutkan. Auticed tetap solid dalam kerangka death metal mereka, tapi sekarang dengan tekstur musik yang lebih garang, mixing yang lebih jernih, dan struktur yang jauh lebih kompleks. Tidak ada chorus yang diulang, hanya riff-riff padat yang siap mengutuk, siap menyiksa kepala agar pendengarnya mati ber-headbang ria.
Dan ya, di ujung lagu, tiba-tiba muncul trumpet dan saxophone. Sebuah “salsa dari neraka” yang menyusup di sela-sela riff, membuat akhir lagu terasa seperti pesta kematian.
Sax dimainkan oleh Ghifar, trumpet oleh Fahmi, yang juga memainkan sampler. Detail ini memperkuat nuansa industrial-ritualistik dari track ini, membuat “Ritus” terasa seperti ritual pemanggilan roh jahat yang indah.
Visual, Produksi, dan Sebuah Misi “Reintroduction”
Secara produksi, Toteng mengambil alih proses rekaman di Studio Fun House Bandung, sementara Winaldy Sennamengeksekusi mixing-mastering dengan presisi tinggi. Hasilnya? Sebuah track yang brutal, agresif, funky dan dancy.
Sisi visual tak kalah penting. Artwork dari Opung menampilkan wajah Bathory dalam sebuah potret monokrom yang mencekam, sedangkan visualizer garapan Dena R. Prabandara memperkuat aura gelap dan teatrikal yang menyelimuti rilisan ini.
“Ritus” adalah ritual pembangkitan. Sebuah senyuman hangat yang siap melempar pendengarnya kedalam api neraka. Lebih dari itu, ini juga awal langkah reintroduksi Auticed ke scene metal Indonesia yang kini riuh dan padat. Tentunya Auticed menjadi sorotan dan patut diwaspadai.
Apakah mereka akan gentar di tengah industrial musik yang makin panas? Tentu tidak, mereka siap membakar altar mereka sendiri, dan menari di atas kepulan asap dan abunya. Per 8 Mei 2025, single ini telah dapat didengar dan dinikmati di official kanal Youtube Auticed. Dan telah rilis di seluruh digital platform musik pada tanggal 15 Mei 2025. Hellyeah! (INQ)