"Fragments of Reality" Memberikan Emosional yang Kuat, Awalan Baru Dari Black Dig Menuju Album Mendatang

Categories: Music

Share
Black Dig, band asal Jakarta yang terdiri dari Fadel (Vokal), Adjie (Gitar), Rangga (Bass), Reza (Gitar), dan Amar (Drum), resmi meluncurkan single terbaru berjudul “Fragments of Reality.”

Single ini menghadirkan penggalan atmosferik yang menghajar realitas lewat ledakan gitar berdistorsi menggebu-gebu, membakar semangat yang terus membara, ruang hampa emosional yang kuat, serta balutan visual surealis.

“Siapapun yang merasa dunianya retak atau kehilangan arah, kami ingin pendengar tahu bahwa mereka nggak sendirian. Lagu ini mengajak untuk merangkul kenyataan, bahkan yang pahit sekalipun, dan mengubahnya jadi energi untuk bangkit dan terus maju,” ujar Black Dig kepada tim Bvckle Smiggle.

Sejak menit pertama, bara spirit yang mereka bawakan langsung terasa. Dentuman drum memberi tanda untuk bersiap masuk ke dalam ruang emosional lagu, sementara gitar melengking mengiringinya. Dalam proses penggarapan, Black Dig sedikit bercerita,

“Setiap personel bawa ide mentah dari pengalaman pribadi, lalu racik bareng di studio sampai jadi aransemen yang hidup dan penuh energi. Hasilnya, lagu ini terasa jujur dan punya karakter khas Black Dig.”

Tak hanya musik, single ini juga dilengkapi dengan artwork garapan Ading Atma. Visual tengkorak, gagak, kursi kosong, dan petir yang membelah ruang menjadi representasi dunia yang tidak baik-baik saja. Semua itu menegaskan bahwa karya ini bukan sekadar musik, melainkan lanskap psikis yang ditumpahkan ke dalam distorsi dan gema.

Rilisan Fragments of Reality” menjadi langkah awal Black Dig menuju album penuh yang akan datang. Tunggu apalagi? Dengarkan sekarang juga dan masukkan ke playlist-mu! (DA)

Daririna Tumpahkan Realita Pahit di “Jam Segini”, Lagu Untuk Mereka yang Diam-Diam Lelah

Categories: Music

Share
Ada jam-jam tertentu yang terasa seperti ruang hampa; senyapnya membungkam suara dari luar dan memperjelas gema tiap sudut kepala. Bagi Daririna, jam itu diberi nama “Jam Segini”. Merupakan sebuah single terbaru yang berasal dari puisi yang merekam keresahan eksistensial, karya ini terus memantulkan relevansinya hingga sekarang. 

Di balik aransemen atmosferik yang indah sekaligus getir, “Jam segini” menyalakan lampu ditengah lelahnya mata, tetap terjaga karena insomnia, overthinking, atau karena realitas hidup sedang menguji daya maupun upaya.

“Setiap orang punya jam segini-nya sendiri,” ungkap Daririna. 

“Momen saat kita sadar bahwa hidup ternyata tidak sebagus yang dibayangkan. Ketika pertanyaan datang, dan kita tahu jawabannya tidak banyak.” Tutupnya.

Kolaborasi ini menghadirkan Ahmad Farid dan Reza Buldanul Hakim sebagai penulis lagu, serta Mart dan Feri yang membangun keberagaman ritme dalam komposisi ini menemukan pasangan idealnya pada karakter vokal Daririna, membentuk aransemen melodi yang berhasil membangun atmosfer “Jam Segini”. Seperti sepucuk surat yang baru tiba di tengah malam; dibaca dengan perlahan kemudian menetap di ingatan.

Dari Catatan Pandemi ke Harmoni yang Mengobati

Puisi “Jam Segini” pertama kali ditulis pada masa awal pandemi 2020, di tengah krisis pribadi: kisah cinta kandas, usaha tutup, tagihan datang tanpa henti. Dunia sedang lumpuh, tapi tekanan personal justru melaju kencang. Dari luka itu, lahirlah bait-bait yang akhirnya menemukan harmoni yang mengobati. Liriknya ringkas, setiap kalimat seperti pisau tipis yang menggores tanpa sadar.

“Jam segini apa yang engkau pikirkan
Sebotol pembersih lantai untuk kau tenggak
Jam segini apa yang engkau pikirkan
Dua butir pil untuk tidurmu—Jam Segini”

Cermin Generasi yang Terus Mengarungi Badai

 “Jam Segini” adalah cermin yang memantulkan wajah generasi sandwich: bekerja lebih awal dari seharusnya, menopang keluarga, menunda mimpi, sambil berhadapan dengan ongkos hidup yang terus menanjak. Lelah! Refleksi sebuah realita bak badai yang sedang menerjang. Upah tak setara, biaya melambung, dan kecemasan yang terus merangkak diam-diam hingga ranjang dan semuanya terbenam di balik melodi.

Lagu yang sangat menyentuh dan personal, untuk kita yang perlahan lelah. Dan kini lagunya telah rilis 7 Agustus lalu, wajib dinikmati diseluruh digital platforms official milik Daririna. Congratulations! (INQ)

Tentang Daririna

Solois folk-pop asal Karawang ini telah aktif sejak 2020 membawakan musik beraliran folk-pop dengan sentuhan melankolis yang sangat puitis. Dikenal lewat karya seperti Sandiwara, Anila dan Angkasa, Seperti Lukisan, dan Down and Blue. Suara lembutnya yang khas, dikombinasikan dengan lirik yang relate dengan realita menjadikannya sosok yang menonjol di skena musik independen.

People Sweet Kembali Dengan Membawa Identitas Diri Yang Bertajuk Parade Ego

Categories: Music

Share
Band Post-Hardcore yang baru-baru ini viral asal Karawang, People Sweet, baru saja meluncurkan single barunya yang bertajuk “Parade Ego."

Parade Ego merupakan single terbaru usai tujuh bulan merilis single “Trauma" serta menjadi lanjutan dari petualangan baru People Sweet sebagai pemantik perjalanan panjang mereka.

Menurut People Sweet, Parade Ego adalah karya musik penuh amarah yang dibalut dalam dinamika distorsi yang agresif dan lirik sarkastik. Lagu ini menggambarkan bagaimana ego manusia kadang menjadi panggung sandiwara yang merusak relasi dan kemanusiaan. Dengan gaya penulisan lirik yang tajam dan atmosfer musikal yang gelap namun catchy, Parade Ego menjadi cerminan reflektif atas konflik internal yang dipertontonkan ke publik.

People Sweet adalah band Post-hardcore asal Karawang, Jawa Barat yang dibentuk tahun 2015. Dengan pengaruh musik dari alternatif 2000’s, post-punk, dan sedikit sentuhan elektronik, People Sweet dikenal juga dengan lirik-liriknya yang puitis dan tajam. Mereka menyatukan amarah, kejujuran, dan melodi dalam satu ledakan suara. Terbentuk dari berbagai latar belakang, salah satu hal yang membuat band ini menonjol adalah kehadiran personel perempuan di lini depan membuktikan bahwa energi tak mengenal gender.

Klip Yang Membuat Merinding Semua Orang 

People Sweet merilis MV Parade Ego melalui laman YouTube mereka, MV ini digarap langsung oleh tangan Puji Afrizal dan Ekal sang vokalis. Suguhan performance clip apik yang menampilkan Raysa A. S sebagai model dengan latar rimbunnya hutan. Menurut Ekal MV ini lagu ini ditulis sebagai bentuk keresahan personal band atas budaya egoisme dan narsisme yang kerap ditemui dalam kehidupan sosial, baik di lingkungan pertemanan, hubungan, bahkan ranah publik seperti media sosial. Parade Ego ini mengajak pendengar untuk merenung tentang batas antara ekspresi diri dan kesombongan yang membutakan. "makanya itu kita mengambil setting tempat di hutan karena ada ego yang tersesat hutan hahahaha," ucapnya. Bahkan clip ini mendapatkan predikat 'pecah' oleh reviewer pecinta musik keras, Bang Ghulam di channel YouTube nya. Parade Ego sendiri merupakan identitas asli band asal Karawang ini, yang sebelumnya pernah merasakan musik pop punk dan emo ballad. Namun di single ini, People Sweet akhirnya mengembalikan suka cita para emo lovers era 2000-an, dimana musik emo dan post-hardcore sedang berjaya kala itu.

Dengan Formasi Baru Siap Melanjutkan Perjalanan.

Terdengar kabar bahwa Devira (Gitaris) memutuskan untuk rehat sejenak dari aktivitas bermusik, dan di klip Parade Ego adalah penampilan terakhir Devira untuk People Sweet. Tak hanya itu, mereka juga sedang mengalami kekosongan pada posisi drum. Tak heran jika di MV Parade Ego, People Sweet menampilkan Akbar Zildjian dari Javanese Cat untuk mengisi posisi drum di klip single tersebut. Dan untuk saat ini formasi People Sweet hanya menyisakan Ekal (vokal/scream) dan Trisna (Gitar), serta tambahan pemain bass yang sudah diisi oleh Toto Sanjaya. Kabarnya juga mereka sudah menemukan drummer baru untuk petualangan baru mereka dan mungkin akan mempermanenkannya, siapakah dia? Apakah  Bounty Ramdhan "Sheila on 7" atau Putceh "Burgerkill"? Kita tunggu saja.
Parade Ego sendiri akan rilis masal di platform digital pada pertengahan bulan Agustus ini. Dimana media YouTube sebagai pintu masuk awal promosi lagu ini, MV Parade Ego sudah tayang di YouTube sejak pertengahan Juli lalu. Dan selamat untuk People Sweet dengan aransemen galaknya lagu Parade Ego, menyala terus orang manis!!!  (RCAF)