Jakarta punya darah baru di scene emo/alt rock, itrustyourlies. Band yang digawangi oleh Redy Mahendra (gitar), Raga Maharasta (bass, vokal), Vito Sanders (vokal), Rafliano (drum), dan Irvan Sandy (gitar) ini baru aja ngerilis single dengan judul super panjang, dan super emo “The Screen Asked If I’m Still Watching (But, It’s My Tears That Hit ‘Yes’)”.
"Judul sengaja panjang, karena dulu emang banyak banget band emo atau post-hardcore MySpace yang punya lagu judulnya panjang-panjang, kayak Chiodos atau bahkan Killing Me Inside," kata Vito menjelaskan.
Yap, judulnya emang kayak status Friendster tahun 2008. Tapi justru di situ letak keren-nya. Tentu mereka tidak mengejar “kedengeran modern”mereka malah sengaja ngebawa balik vibe emo raw, yang bikin kita inget zaman pas headphone cuma ada dua pilihan: putih ala iPod atau KW-an dari ITC Mangga Dua.
Lagu ini ditulis sama Redy (gitar), yang basically cuma lagi curhat putus cinta.
"Intinya sih ini cerita putus cinta gue aja, personal memang. Jadi, ceritanya gue putus, tapi gue berusaha mempertahankan hubungan. Cuma emang semuanya udah kayak cermin yang jatuh aja gitu, serpihannya gak bakal bisa disatuin lagi," ungkap Redy.
Raga dan Vito nggak banyak ngotak-atik, cuma kasih bumbu biar makin emosional. Alhasil, lagunya tetap jujur, tetap raw, dan nggak dipoles kayak musik-musik template zaman sekarang.
Mereka cerita dalam proses rekamannya, itrustyourlies dibantu oleh juga oleh Pelatar. Secara musik, 'The Screen Asked If I'm Still Watching (But, It's My Tears That Hit 'Yes')' sengaja dibuat mentah tanpa tuning vokal berlebihan atau quantizegitar. Sebisa mungkin, semuanya mengalir agar terasa otentik seperti rekaman tahun 2007.
Dan bener, vibe-nya langsung ngasih throwback ke era Alesana, Chiodos, atau Killing Me Inside. Kalau lo dulu pernah spam lirik galau di bio MSN atau status Facebook, ini anthem buat kalian!
Proses Kreatif Dibalik MV 'The Screen Asked If I'm Still Watching (But, It's My Tears That Hit 'Yes')'
Untuk video klip digarap di Wolvnest Studio dengan Hamdy Bahasuan sebagai videografer dan Rafliano sebagai video editor. Rafliano sengaja menolak estetika visual modern yang serba jernih dan steril. Ia menghadirkan gambar yang buram, samar, serta format square ala TV tabung—sebuah keputusan artistik yang memanggil memori visual generasi awal 2000-an. Dalam buramnya gambar, kita justru menemukan perasaan yang jujur. Estetika ini bekerja layaknya fragmen arsip, seolah cuplikan dari masa yang sudah lewat namun terus menghantui, mengingatkan bahwa pengalaman emosional tidak pernah benar-benar selesai, melainkan terus diputar ulang seperti kaset lama yang mulai aus. So, video ini membawa narasi bahwa nostalgia bukan sekadar kerinduan, melainkan juga bentuk resistensi terhadap dunia yang semakin menyeragamkan ekspresi artistik. Untuk proses rekamannya, itrustyourlies dibantu oleh juga oleh Pelatar.
Emo Nggak Pernah Mati
itrustyourlies berhasil membuktikan emo bukan hanya sekedar sebuah momen nostalgia, emo akan selalu menjadi pilihan lagu yang selalu relate dalam kehidupan sehari-hari. Buat yang capek kerja kantoran, stuck kuliah, atau lagi ngerasa dunia absurd, lagu ini bisa jadi pintu balik ke masa lo masih cari band edgy di MySpace, atau nge-add stranger random di Friendster pake nama super alay.
“The Screen Asked If I’m Still Watching (But, It’s My Tears That Hit ‘Yes’)” udah ada di Spotify & Apple Music. Video klipnya bisa ditonton di YouTube. Congratulations! (INQ)