Panggung Kaze HQ Karawang pada Sabtu, 23 November 2025 kemarin kembali menjadi saksi atas kembalinya perhelatan Katalista Intimate Showcase (KIS), salah satu agenda dari Scene Resonansi Karawang yang telah konsisten menjadi wadah bagi pergerakan ekosistem musik indie. Event ini sekali lagi membuktikan dedikasinya dalam menghadirkan performa musik yang kreatif, penuh makna dan tentunya dengan pilihan top tier headliner ! Bukan hanya panggung musik, ada juga booth merch Scene Resonansi, Dongker Nail Art Theme dan Art Showcase. Semuanya hadir untuk hajatan kalcer bersama.
Sebagai headliner KIS kali ini menghadirkan Dongker, salah satu band punk Bandung yang paling dinantikan para masyarakat kalcer Karawang dan sekitarnya. Kehadirannya berhasil memantik antusiasme yang luar biasa. Namun, panggung tidak hanya milik Dongker. Karena sebelumnya sudah dipanaskan terlebih dulu oleh penampilan solid dari Supple (Tangsel) dengan grunge spiritnya, Abe Tobing (Karawang) dengan industrial rocknya dan Okumma(Purwakarta) dengan modern pop-nya, dan Reiwa dengan modern metal-nya. All in elaborating to support the local scenes. Dilanjut dengan closingan meriah dari Dj Dongtsay (Bandung) with cooling down effect and remix music pilihan.
Sebuah momen kebanggaan juga turut tercipta dengan kehadiran Reiwa, band modern metal asal Karawang ikut memanaskan suasana di Katalista Intimate Show. Ketika Reiwa naik panggung, massa langsung meleburkan diri didepan panggung dan sing along. Kombinasi raungan distorsi gitar Septian Satriani, hentakan penuh semangat ala Drzombiesh, bass yang penuh semangat oleh Bryan dan scream Dendi Alamsyah yang beringas sukses memicu gelombang energi di arena pit. Circle moshpit pun terbentuk tanpa henti yang membuktikan betapa kuat pengaruh mereka di tanah kelahirannya kini.
Tanpa menunggu lama, puncak acara tiba dengan invasi panggung oleh Dongker. Quartet Bodong Kekar (Dongker) yang terdiri dari Arno Zarror (vokal/ gitar), Delpi Suhariyanto (vokal/gitar), Bilal (bass/vokal), dan Dzikrie Arethusa (drum) ini langsung menyambar panggung dengan beat power punk yang cepat dan riuh.
Dongker selalu menyematkan pesan kritis yang relatable dengan kondisi kita saat ini. Lirik-lirik yang penuh perlawanan dan sarat makna simbolis berhasil membuat para "Balada Dongkap" larut dalam pusaran nyanyian hati tanpa jeda. Amarah tanpa diam terhadap kesenjangan sosial, politik anti rakyat dan terkadang juga menjadi bahan tertawaan untuk melawan diri sendiri. Semuanya tercurah melalui setiap nada.
Ciri khas penampilan Arno Zarror, vokalis Dongker selalu menjadi perhatian utama. Kali ini, Topeng rajut putih yang bertanduk semakin menambah aura misterius pemberontak. Topeng tersebut merupakan salah satu representasi album Ceriwis Necis yang terdiri dari 17 lagu, 17 topeng yang dirilis oleh Greedy Dust Records tahun lalu.
Lagu-lagu full power seperti “Bertaruh Pada Api”, “Disarankan di Bandung”, “Salah Display”, “Natrium Benzoat”, “Sepenggal Sadar”, “Balada-Celaka”,dan lagu hits lainnya sukses menciptakan kombinasi circlepit dan moshpit bertautan diiringi teriakan koor serentak tanpa komando. Semuanya sing along disetiap lagu-lagu yang dibawakan Dongker pada malam itu. Tidak ketinggalan, Arno Dongker juga ikut merasakan bermoshing ria bersama para penonton. No Boundaries, No Worries.
Di balik kesuksesan gelaran KIS kemarin, ada kerja keras Scene Resonansi Karawang sebagai pelaksana event. Novrian atau yang akrab disapa Bangnop mewakili penggiat kolektif ini menyampaikan bahwa pemilihan Dongker sebagai headliner KIS adalah karena chemistry yang sudah terjalin baik sejak penampilan Dongker di HQ Fest 2023 lalu. Selain itu juga antusiasme fanbase Balada Dongkap yang cukup besar menjadi alasan kuat untuk mendatangkan mereka kembali ke Karawang di penghujung tahun 2025 ini.
“Sementara untuk band pendamping terpilih itu sudah dikurasi oleh beberapa kurator yang berkompeten dari tim Karawang, tim Jawa Barat dan Nasional. Jadi pilihan ini sifatnya kolektif dan tentunya sudah melewati seleksi final yang ketat.”
Saat ditanyakan tentang industri musik di Karawang, Bangnop berpendapat masih butuh banyak support dan exposure agar band-band lokal Karawang bisa di look up lebih jauh. Selain itu tentunya effort dan fokus berkreasi juga menjadi poin utama agar musisi lokal bisa lebih banyak mendapatkan atensi yang positif.
“Karawang butuh lebih banyak role model musisi yang bisa menjadi motivasi musisi lainnya baik dari sisi profesionalisme, keunikan dan karya produksinya untuk terus berkembang bersama dan tentunya dengan kegiatan movement kolektif seperti KIS bertujuan menjadi salah satu tonggak industri musik Karawang yang lebih baik lagi kedepannya.”
Salah satu fans Dongker Karawang bernama Pirda ikut hadir bersama teman-temannya (Rafly, Luqman dan Ocha) yang jauh-jauh dari Subang sengaja ingin menyaksikan Dongker lebih dekat karena selama ini hanya biasa menyaksikan Dongker dari medsos hingga akhirnya bisa berkesempatan lebih dekat untuk ikut sing along bersama para Balada Dongkap lain di Kaze HQ. Pirda mengakui kalo kedatangan Dongker kali ini aslinya PECAH dibandingkan dengan penampilan Dongker yang dia pernah saksikan sebelum-sebelumnya di Karawang. Tidak lupa mereka pun turut mendoakan agar Dongker sukses terus dalam berkarya tapi tetap down to earth.
Secara keseluruhan, Katalista Intimate Showcase sekali lagi berhasil menciptakan ruang ekspresi yang sangat dibutuhkan bagi komunitas musik di Karawang dan sekitarnya. bukan hanya sekadar perhelatan kalcer melainkan sebuah semangat musik indie masih hidup di industri musik khususnya Karawang. Energi yang tercipta malam itu menjadi pembuktian dan menjadi sebuah momen yang powerful sekaligus menghibur. (INQ)